Barangkali Kamu
Barangkali tata semesta belum memberi kita masing-masing tahta untuk sekedar menyapa dengan sedikit kata.
Barangkali ada balada yang perlu dipisahkan jeda, karena tiada robekan-robekan perca yang pantas diberikan kepada beranda.
Barangkali diam-diam merupakan mencintai dengan tentram seperti langit-langit malam memeluk bulan dalam kelam tanpa perlu ketahuan apalagi kehilangan.
Barangkali melihat dari kejauhan adalah cara paling terhormat dalam menyematkan kata-kata harap yang sempat menempati sempit hati.
Barangkali menatap bayang di sela gelap yang pengap tidak lebih pedih dari menyadari semua bagian hidup cuma tersaji buat sementara.
Barangkali Tuhan masih enggan menarik garis lurus antara kita meski sekedar untuk bersilang langkah atau bertatap lirik melaraskan hati yang kian tergerus.
Barangkali kelak, kita tak pelak akan membagi rahasia tentang aku yang beranjak mengingatmu lebih banyak dan kamu yang ternyata menyimpan gerak-gerik membuka sekotak harta karun itu untuk aku.
Barangkali dalam kelu sesak aku mampu mengaku, satu hal yang lebih indah dari jatuh cinta, itu adalah kamu.